-->

Timnas U-16 Tak Gentar Provokasi di Semifinal

Timnas U-16 Tak Gentar Provokasi di Semifinal
Timnas U-16 Tak Gentar Provokasi di Semifinal
Langkah Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 telah mencapai babak semifinal. Dan lawan yang akan dihadapi skuat 'Garuda Asia' di fase itu pada Kamis (9/8/2018) mendatang di Gelora Delta Sidoarjo adalah Malaysia U-16.
Jelang pertandingan menghadapi Malaysia, persiapan khusus nyatanya telah dilakukan oleh pelatih kepala Timnas U-16, Fakri Husaini. Salah satunya dengan menyaksikan pertandingan terakhir Malaysia di babak grup ketika menghadapi Laos pada Selasa (7/9) lalu di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur.
"Malaysia cukup bermain bagus saat menghadapi Laos, tetapi saya melihat justru Laos yang memberikan tekanan pada mereka sepanjang pertandingan," kata Fakhri mengutip situs resmi PSSI.
Lolosnya Malaysia ke babak gugur bukan tanpa aral melintang. Pada babak penyisihan Grup B, dari empat laga yang dilalui, tim besutan Raja Azlan Syah mengantongi tiga kemenangan dan satu kekelahan. Alhasil, mereka hanya mampu finis di urutan kedua di bawah Thailand yang menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan.
Pertemuan Timnas U-16 menjadi menarik lantaran kedua kesebelasan baru saja bersua dalam sebuah laga uji tanding sebelum hajatan Piala AFF dimulai. Ketika melangsungkan pertandingan di Malaysia, Timnas U-16 keok 3-4. Tak pelak, Fakhri pun mengakui sudah hafal betul karakter lawan.

"Secara tim mereka cukup solid dan kompak serta bertenaga, ya. Tetapi cara bermain mereka masih sama seperti saat kami beruji tanding kemarin," kata legenda PKT Bontang ini.
Selain mengantisipasi keunggulan ketahanan fisik Malaysia, lanjut Fakhri, ada faktor lain yang sangat diwanti-wanti oleh pelatih 57 tahun ini yakni provokasi dari lawan. Dan tentu semua sepakat bila pertemuan Indonesia vs Malaysia kerap menghadirkan laga yang 'panas'.
"Kami sadar betul bahwa memprovokasi lawan adalah salah satu cara untuk satu tim bisa mengganggu konsentrasi lawan. Dan pemain kami juga demikian, lihat saja saat lawan Vietnam dan Myanmar."
"Tetapi anak-anak sudah belajar banyak, saya berharap pengalaman di laga sebelumnya bisa membuat pemain lebih siap menghadapi situasi seperti itu lagi," kata dia mengakhiri.
Advertisement