Kurang dari sepakan Piala AFF 2018 akan segera bergulir. Demi merebut gelar tertinggi di Asia Tenggara, sejumlah negara menyiapkan timnya dengan sungguh-sungguh.
Bahkan, mereka rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan servis pelatih kelas dunia. Siapa saja tim-tim tersebut? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Park Hang-seo
Benua Asia pernah memiliki tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Mereka ialah Korea Selatan. Laskar Taeguk pernah merasakan indahnya bermain di Piala Dunia saat menembus babak semifinal pada 2002 silam.
Kala itu Korea Selatan yang bertindak sebagai tuan rumah bersama Jepang sukses mempermalukan raksasa eropa seperti Spanyol dan Italia. Di balik kesuksesan tersebut terdapat tangan dingi seorang pelatih kaliber bernama Guus Hiddink.
Namun, ada sosok penting yang mendampingi Guus Hiddink, dia adalah sang asisten Park Hang-seo. Saat itu Hang-seo menjadi sosok vital penyambung lidah antara Guus Hiddink dan Ahn Jung-hwan dkk di ruang ganti.
Kini pelatih berusia 59 tahun itu siap mengantarkan timnas Vietnam merebut trofi Piala AFF 2018.
2. Milovan Rajevac
Tugas berat menanti Milovan Rajevac di timnas Thailand. Pasalnya dia dituntut menyamai prestasi pelatih sebelumnya yang sukses mengantarkan Gajah Putih merebut trofi Piala AFF kelima kalinya pada 2016 silam. Saat itu Thailand dibesut legenda sepak bola mereka, Kiatisuk Senamuang.
Namun, dengan segudang pengalaman yang dimilikinya tampaknya pelatih asal Serbia tersebut tidak perlu terlalu khawatir. Prestasi terbaik Rajevac di pentas Piala Dunia ialah mengantarkan tim Ghana ke babak perempatfinal Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Saat itu Rajevac bersama timnas Ghana sukses menyingkirkan Serbia yang merupakan negara asal Milovan Rajevac di fase grup. Langkah Ghana harus terhenti di babak perempatfinal oleh Uruguay lewat drama adu penalti.
3. Sven Goran-Eriksson
Dari sekian banyak pelatih yang membesut tim di Piala AFF 2018 sepertinya nama Sven Goran-Eriksson sosok yang paling senior dan paling sarat pengalaman.
Diusianya yang sudah menyentuh angka 70 tahun, Eriksson sepertinya masih haus akan prestasi. Kali ini dirinya datang ke Piala AFF bersama timnas Filipina yang fakir gelar di daratan Asia Tenggara.
Trek rekor kepelatihan pelatih kelahiran Sunne, Swedia itu sangat mentereng. Dirinya pernah melatih sejumlah tim raksasa Italia dan Inggris. Sebut saja AS Roma (1984/87), Fiorentina (1987/89), Lazio (1997/2001), Leicester City (2010/11), dan Manchester City (2007/08).
Di level Piala Dunia dirinya membawa timnas Inggris ke dua gelaran Piala Dunia (2002 dan 2006). Prestasi tertingginya di Piala Dunia ialah babak perempatfinal Piala Dunia 2006 di Jerman.
4. Keisuke Honda
Federasi sepak bola Kamboja membuat kejutan dengan mengumumkan nama Keisuke Honda sebagai pelatih mereka untuk Piala AFF 2018 pada 12 Agustus 2018.
Yang membuat publik sepak bola terkejut ialah latar belakang kepelatihan Honda yang masih sangat minim. Bahkan nama Honda saat ini masih terdaftar sebagai pemain klub Melbourne Victory di Liga Primer Australia.
Selain sebagai pelatih, legenda hidup sepak bola Jepang itu memiliki tugas lain di timnas Kamboja yakni sebagai General Manager. Sepertinya Federasi Sepak Bola Kamboja memanfaatkan popularitas Honda di negara tersebut, pasalnya sejak dua tahun silam Honda sudah memiliki sekolah sepak bola di Phnom Penh bernama Soltilo Soccer Academy setelah sebelumnya didapuk sebagai Duta Budaya Kamboja.
Beda hal dengan tiga pelatih sebelumnya, keterlibatan bomber berusia 32 tahun itu di Piala Dunia bukan sebagai pelatih, melainkan sebagai pemain. Honda bermain dalam tiga gelaran Piala Dunia bersama timnas Jepang yakni pada edisi 2010, 2014, dan 2018.
Dirinya mengumumkan pensiun usai Jepang tersingkir di babak delapan besar Piala Dunia 2018 kemarin dari Belgia dengan skor ketat 2-3.
Bima Sakti Tukiman
Federasi Sepak Bola Indonesia sepertinya tak bergeming dengan pergerakan sepak bola sejumlah negara tetangga untuk mengejar trofi Piala AFF 2018. Bukannya mencari pengganti sepadan dari Luis Milla, PSSI lebih memilih asisten Milla dalam dua tahun keberadaannya di Indonesia yakni Bima Sakti Tukiman.
Semoga Bima Sakti tak menyia-nyiakan kedekatannya dengan mantan gelandang Barcelona dan Real Madrid itu selama di Indonesia dengan menyerap sebanyak-banyaknya ilmu yang dimiliki Luis Milla.
Semoga timnas Indonesia bersama Bima Sakti mampu merebut trofi Piala AFF untuk pertamakalinya bagi Indonesia.
Advertisement





